Selasa, 16 Oktober 2012

HARGAI KASIH SAYANG IBU

Suatu ketika, seorang anak mendatangi
ibunya yg sedang sibuk menyediakan
makan malam di dapur, kemudian dia
memberikan selembar kertas kepada sang

ibu, sang ibu segera membersihkan tangan
lalu menerima kertas yg di berikan si anak.
ONGKOS UPAH MEMBANTU IBU
1. membantu pergi ke warung: RP. 20.000
2. Menjaga adik: RP. 20.000
3. Membuang sampah: RP. 5000
4. Membersihkam tempat tidur: RP. 10.000
5.menyapu halaman: RP. 10.000
6. Nyiram bunga: RP. 5000
TOTAL: RP. 70.000

Selesai membaca ibu tersenyum
memandang si anak yg raut mukanya
berbinar-binar, lalu si IBU mengambil
pulen dan menulis sesuatu di belakang
kertas yg sama.
1. Ongkos mengandungmu selama 9 bulan:
GRATIS
2. ongkos berjaga malam karena menjagamu:
GRATIS
3. Ongkos air mata yg menetes karenamu:
GRATIS
4. ongkos khawatir karena memikirkanmu:
GRATIS
5. ongkos menyediakan makan, minum, pakaian
dan keperluanmu: GRATIS
jumlah keseluruhan kasihku: GRATIS

Air mata anak berlinang setelah
membaca, si anak menatap wajah sang
ibu, memeluknya dan berkata "aku sayang IBU".

Kemudian si anak mengambil pulpen dan
menulis sesuatu di depan surat
yg ditulisnya: "telah di bayar"

sekarang kita yg masih muda cuma
bisa ngerepotin IBU dan LEBIH SENENG
REPOT NGURUS PACAR.
contoh: kita sering sibuk
sms pacar, "udah makan belum?"
"lagi apa sayang?" "met bobok ya sayang"
pernah gak sih kita sms ibu kayak gitu??

Mereka juga mungkin iri ngelihat
kita, seneng saat ngurusin pacar,
sedangkan IBU di abaikan begitu saja
apakah tugas seorang IBU hanya untuk
menyayangi
dan tidak pantas disayangi?? "pikirkan"
Bagai mana perasaan seorang IBU

jika kita lebih perhatian kepada
orang yg belum lama kita kenal?
Sedangkan IBU sudah mengenal kita
9 bulan sebelum lahir..

sudahkah kita PERHATIAN sama IBU??
dan sudahkah kita BERBAKTI sama IBU??
 
 
 

-doc:Terima Kasih IBU-

a Promise


Aku sudah berjanji kepada diriku: Harus hidup apa adanya, tidak peduli apa yang dikatakan orang lain, tidak peduli jika seluruh dunia meragukanku, aku masih memiliki diriku yang percaya bahwa aku bisa.
Aku sudah berjanji kepada diriku: harus hidup bahagia, tidak perlu khawatir siapa saja yang peduli dan menyayangiku, asalkan aku tetap menyayangi diriku.
Aku sudah berjanji kepada diriku: jika bersedih, kau boleh menangis sesuka hatimu, dan ketika airmata kering kau harus bangkit lagi dan tersenyum seindah-indahnya. 
-novita-